Senin, 04 Oktober 2010

Screw Air Compressor Permasalahan & Solusinya

Era Industrialisasi berangsur - angsur telah berganti menjadi Era Informatif.
Mengajak kita untuk selalu melakukan up-grade tentang ilmu pengetahuan.
Sedikit akan kita kupas tentang Screw Air Compressor yang kita gunakan di setiap lini produksi pabrik kita.

Ada beberapa hal yang dapat menghambat kinerja proses produksi kita, di antaranya karena Screw Air Compressor kita tidak bekerja sebagaimana mestinya.
Adapun permasalahan yang sering di hadapi oleh Screw Air Compressor dapat kita uraikan sebagai berikut :

1. High Temperatur.

Setiap mesin tidak terkecuali Screw Air Compressor, memiliki temperature kerja yang sudah direkomendasikan oleh masing - masing pabrikan.
Secara umum Screw Air Compressor masih dapat bekerja secara normal pada temperature di bawah 100 derajat Celsius.
Temperature di atas 100 Derajat Celsius tidak di sarankan & di anggap bermaslah dengan sistem Cooler mesin.
Secara umum pada Temperature 110 Derajat Celsius Screw Air Compressor akan Stop dengan sendirinya agar mesin tidak mengalami kerusakan yang fatal.
Control ini di lakukan oleh sistem yang di namakan Thermocontrol.
Mesin dapat di operation kan kembali setelah temperature berada di bawah 100 Derajat Celsius.

Kenapa mesin mengalami panas yang berlebih atau over Themperature...?

Pertanyaan ini sering di lontarkan oleh hampir semua pelanggan kami.

Seperti yang di ungkapkan Pak Karyono dari Divisi Engineering PT. Mitra Saruta Indonesia yang mengalami masalah dengan AIRMAN nya.
" Pak, mesin saya ini rutin saya ganti oli setiap +/- 2000 jam kadang belum 2000 jam sudah saya ganti, namun kenapa Themperature mesin selalu di atas 100 Derajat Celsius...?

Ada lagi yang mengeluh lebih dari itu,
Saya biasa memanggilnya Pak Gik, Chief Engineer PT. Gatra Mapan yang mengeluh dengan kinerja ATLAS copco miliknya.
" Pak, bisa bantu check mesin saya yang rusak pak...?"
Lalu saya ganti bertanya : " memangnya kenapa pak mesinnya...?"
" Rusak pak, tidak bisa jalan." kata beliau menambahkan.
Setelah saya lakukan kunjungan ternyata thermocontrolnya tidak bisa bekerja, sehingga mesinnya terbakar karena saat High Temperature mesin tidak bisa stop.
Dan ada banyak keluhan lagi yang di sampaikan para pelanggan kepada kami.

Secara umum penyebab Mesin bekerja dengan Themperature yang tinggi dapat kita kategorikan dalam 2 Faktor, yaitu :
Faktor Ruangan mesin & Faktor Mesin.

1,1. Faktor Ruangan :
Secara umum penataan ruangan telah di sebutkan dalam manual book mesin, namun sedikit akan kami uraikan di sini agar kita memiliki gambaran tentang penataan mesin di dalam ruangan.

Di sarankan agar Screw Air Compressor di tempatkan dalam ruangan yang jauh dari sumber debu & memiliki sirkulasi udara yang baik agar kinerja mesin & Themperature nya bisa terjaga.

Jika ditempatkan dalam ruang tertutup agar debu tidak mudah masuk, maka di sarankan untuk menambah corobong pada saluran pembuangan panasnya & saluran udara masuknya di berikan fentilasi yang sesuai.
Hal ini di maksudkan agar udara panas yang keluar bisa benar - benar terbuang keluar ruangan & tidak terhisap kembali oleh mesin.
Fentilasi udara masuk di buat agar mesin dapat menghisap udara dari luar yang masih Fress, sehingga Themperature kerja mesin bisa ok.

1.2 Factor mesin.
Faktor yang di timbulkan dari mesin bisa disebabkan antara lain :
- Life Time penggantian Oli sudah tercapai
Untuk Oli Mineral life Time +/- 2000 Jam, jika melebihi bisa menyebabkan igh Temperature pada sistem mesin & kerusakan yang lainnya.
Untuk Oli sintetis, Life Time sekitar 5000 sampai 6000 jam

- Filter Oli agak tersumbat.
Idealnya, setiap penggantian oli maka filter Oli harus di ganti.
Namun rata - rata di rekomendasikan setiap 1500 sampai 2500 jam harus di ganti.

- Sparator Oli agak tersumbat
Hal ini berpengaruh menghambat terhadap udara yang keluar karena tekanan di tangki sparator meningkat, sehingga temperatur mesin meningkat pula.
Lifet Time Oil Sparator Idelnya sekitar 4000 Jam dan max 6000 Jam.

- Cooler tersumbat / kotor .
Cooler adalah sarana untuk membuang panas.
Ada 2 sistem pembuangan panas dalam Screw Air Compressor.
Ada yang sistem Air Cool menggunakan semacam Radiator, dan harus di bersihkan secara rutin.
di sarankan setiap 10.000 sampai 15.000 untuk di bersihkan sirkulasi di dalamnya menggunakan Oil removal.
Untuk Yang menggunakan Water Cool di sarankan memberihkan setiap 10.000 jam & menggunakan Air yang bebas mineral ( Air Suling ) agar sirkulasi pendinginannya baik.

Untuk Konsultasi & Bantuan selengkapnya
Silahkan menghubungi Call Center kami
081553003615
Dengan senang hati kami akan membantu anda.








6 komentar:

Unknown mengatakan...

Permisi numpang tanya, kalau kompresor saya tipe kaeser tidak mau pengisian, sudah di bongkar total tetep tidak mau pengisian, kira kira kenapa ya?

Achmad Jumadi mengatakan...

Pak Rocky
please call 081553003615

Unknown mengatakan...

Permisi numpang tnya...sy punya compressor screw, lg bermasalh...oli dr tabungnya tdk mau masuk ke screw...kira2 apa kerusakannya...???

Unknown mengatakan...

Siang pak, saya ada kompresor kaeser. Saya mau tanya setiap ganti oli saya apa jam oprasionaly harus d tambah, dan bagai mana caraya. Mohon bantuanya.

Unknown mengatakan...

Pada layar kompresor sering muncul Er2128 selang waktu beberapa detik munculEr0129 trus mkompresor mati.
Kompresor swan smart air power type TS-37-s

agoskediri mengatakan...

Permisi bos...243 A motor kompresor fc alarm ..maksutnya apa bos...kaeser sigma