Sabtu, 07 Juni 2008

ELECTRO MOTOR PROBLEM

ELEKTRO MOTOR PROBLEM (3 PHASE)


Apa yang menyebabkan elektro motor terbakar, korslet, putus atau njebluk ??
Ada beberapa penyebab yang mengakibatkan terbakarnya sebuah elektro motor (selanjutnya disebut elmot).
Overload, Single Phassing, Bearing Problem, Terkontaminasi, Rotor Problem, Usia Pakai dan lain lain. Beberapa system tersebut akan menimbulkan efek perubahan arus yang mengalir dan “PANAS” bila hal itu terjadi, seperti Overload dan Single Phassing. Panas ini akan berpengaruh langsung dengan insulasi motor yang mengakibatkan short dan terbakar.Panas juga juga berpengaruh dengan usia elmot.
Jika sebuah elmot beroperasi 10 deg C diatas operating temperature, maka usia elmot akan berkurang 50%. Untuk menghindari problem tersebut digunakan elmot protection yang berupa fuse, thermal overload relay (TOR/OCR) yang banyak dipakai dan motor protection jenis lain.
Single PhassingSingle Phassing atau PhasselossPhasseloss berarti salah satu dari 3 line supply terputus.
Kondisi phaseloss merupakan keadaan terburuk dari unbalance voltage.Jika elmot beroperasi saat terjadi phaseloss, ia akan terus berusaha berputar dengan daya yang sama untuk memutar beban.
Elmot akan terus berusaha memutar beban sampai motor terbakar atau starter TRIP !Penyebab terjadinya phaseloss adalah sbb :
1. Loss kontak pada starter (MCCB/NFB, Contactor atau terminal).
2. Thermal Overload relay yang terputus salah satu fasanya.
3. Salah satu fuse terputus.
Jika terjadi phaseloss maka, dua phase yang lain akan dialiri arus setidaknya 1.73X dari arus normal(silakan dihitung dengan persamaan star-delta).

Misal untuk elmot dengan aplikasi ringan dibebani 70%, saat terjadi phaseloss arus akan naik menjadi 120% FLA.
Misalkan setting overload pada 125% FLA maka “SAY GOOD BYE” pada elmot tersebut.Voltage UnbalanceJika tegangan diantara tiga phasa adalah sama, arus yang mengalir akan sama pula disetiap phasanya.
NEMA standart merekomendasikan untuk elmot dan generator maksimum unbalance tegangan adalah 1%.Saat terjadi unbalance, arus elmot akan naik dan jika berjalan terus menerus elmot akan terbakar. Batasan 1% tersebut bisa diatasi dengan menurunkan beban elmot.
Jika beban elmot diturunkan maka toleransi unbalance tegangan bisa lebih longgar.* Saat Unbalance 1%, penurunan beban menjadi 98 %* Saat Unbalance 2%, penurunan beban menjadi 95 %* Saat Unbalance 3%, penurunan beban menjadi 88 %* Saat Unbalance 4%, penurunan beban menjadi 82 %* Saat Unbalance 5%, penurunan beban menjadi 75 %Unbalance tegangan bisa disebabkan beberapa hal berikut :
1. Beban Single Phase yang tidak seimbang di setiap phase.
2. Jaringan Delta terputus.
3. Terjadi phaseloss di trafo.
4. Tap setting trafo yang tidak tepat.
5. Power Faktor Corecction tidak sama atau off-line.Adapun untuk mengetahui unbalance tegangan sebagai berikut:
1. Hitung tegangan rata -rata.Vtot = (Vr + Vs + Vt)/3
2. Cari selisih terbesar antara tegangan rata-rata dengan tegangan line.
Vd = V - Vtot3. Unbalance % = (Vd/Vtot) X 100%
(Dicuplik dari Cooper Bussman)

Jumat, 30 Mei 2008

Tentang Compressor 2

5. Air Compressor Scroll :
Air compressor jenis ini mempunyai rotor yang di pasang secara eksentrik di dalam rumah yang berbentuk cylinder. Pada rotornya terdapat beberapa parit dalam arah axial di mana di pasang sudu – sudu sejenis pisau, oleh sebab itu Air Compressor jenis ini juga di sebut dengan Compressor sudu luncur.
Ruangan antara rotor & rumah di bagi oleh sudu –sudu . Jika rotor berputar, maka Sud – sudu itu akan melebar & menyempit mengikuti Rumahnya. Saat melebar Rotor akan menghisap udara melalui lubang pemasukan, dan saat menyempit Rotor akan memberikan tekanan melalui lubang keluaran.
Penempatan lubang keluaran akan menentukan besarnya tekanan yang di hasilkan.

Pada Lubang masukan, dipasang Suction Valve untuk mengatur jumlah angin yang di hisap oleh rotor.
Sudu – sudu atau pisau ini akan bergerak keluar masuk dalam paritnya selama rotor di putar. Untuk itu di gunakan material sejenis Resin Phenol untuk Pisau atau sudu ini agar tahan terhadap gesekan & deformasi.
Air Compressor jenis ini memiliki Pendingin oil sejenis radiator yang berguna untuk mendinginkan oil untuk melumasi rotornya.
Tekanan kerja Air Compressor jenis ini adalah 7 Kgf/cm2 ( 0.69 Mpa ) untuk satu tingkat & tekanan 10 Kgf/cm2 ( 0.98 Mpa ) untuk yang jenis dua tingkat.

Kamis, 29 Mei 2008

Tentang Air Compressor



Pada prinsipnya Air compressor bekerja dengan cara menghisap udara di sekitarnya dan menghembuskannya pada saluran keluaran yang telah di tentukan.


Saluran keluaran yang di maksud adalah Pipa, selanjutnya dari pipa angin di tampung kedalam wadah yang biasa di sebut Air Tank.


Agar udara yang di hisap oleh Air Compressor ini tidak terkontaminasi oleh debu yang ada di sekitarnya, maka di pasang lah air filter.


Air filter ini ber fungsi untuk menyaring kotoran agar tidak terhisap oleh Air Compressor.
Ada beberapa jenis Air Compressor yang sering di gunakan di lapangan, antara lain :

1. Hand Air Compressor

2. Piston Air Compressor

3. Screw Air Compressor

4. Centrifugal Air Compressor

5. Scroll Air Compressor



1. Hand Air Compressor :


Air Compressor jenis ini biasa di gunakan untuk para Tukang Tambal Ban sepeda.
Digerakkan tanpa kabel dengan sumber tenaga otot pemompanya.
Air Compressor jenis ini hemat listrik, namun capasitasnya kecil. Hanya cocok untuk skala kecil.

2. Piston Air Compressor :

Air Compressor jenis ini sudah menggunakan Piston sebagai pemompa udara. Piston bergerak naik - turun pada porosnya.
Piston turun guna menghisap udara & naik guna memompa udara, begitu seterusnya.
Compressor piston di lengkapi dengan Crank Saft, Conecting Rod, Piston, Ring Piston & cylinder.
Sebagai tenaga penggeraknya, biasa menggunakan Motor.
Bisa menggunakan electro motor, bisa juga motor bensin atau motor diesel.
Satuan penggeraknya ditentukan dengan capasitas HP ( Horse Power ).
Sedang kan satuan untuk Air Compressornya sendiri di tentukan dengan capasitas Air Flow Delivery ( AFD ).
Namun kebanyakan kita menentukan satuan capasitas Air Compressor sesuai dengan penggeraknya, yaitu HP ( Horse Power ).

3. Screw Air Compressor :

Air Compressor jenis ini bekerja dengan menggunakan 2 batang Screw yang di putar dalam satu wadah yang biasa di sebut Air End.

Dampak dari perputaran dua buah screw ini menghasilkan hisapan pada lubang Suction atau masukan pada Air End, dan menghasilkan hembusan pada lubang discharge atau keluaran pada Air End.

Air Compressor jenis ini menggunakan pemisah antara Oli dengan Udara yang di hembuskan.

pemisah ini biasa di sebut dengan Separator Oil & Air. Separator ini bekerja untuk memisahkan antara oli dengan udara yang di hembuskan agar oli tidak turut dalam udara yang di keluarkan oleh Air Compressor ini.

Air Compressor ini di gerakkan dengan tenaga motor. Bisa menggunakan electromotor, bisa juga menggunakan motor diesel.